MALAM MINGGU DI SOLO PARAGON
gimana sih rasanya jadi anak kos yang keliaran di Mall ?
Waktu itu Sabtu, 11 Februari
2017. Sangat tak disangka, Ella, teman satu kelas yang dulunya satu kos-kosan,
ngajakin hang out ke Sopa. eeiiitttsss.... Bukan School of Perfoming Art yang di Korea lho, tapi Solo Paragon. Salah satu pusat
perbelanjaan di Kota Solo yang berada di wilayah Kota Barat tepatnya Jalan
Yosodipura 133 Solo. By the why that was my first time I went there.
Biasanya hanya melewatinya dengan iklan besar karaokean Princess Syahrini di depannya. Kita janjian setelah pulang sekolah via sms.
Sabtu siang itu kita tidak
langsung menuju Sopa, namun masing-masing dari kita masih mengerjakan tugas
kelompok. Hingga akhirnya Ella menungguku di kosnya sampai ba’da ashar karena
ada tugas seni yang memang harus diselesaikan dengan cepat. Setelah sampai kos
aku langsung mandi dan shalat ‘ashar. Tak lama pesan masuk di laptopku dari
Ella. Katanya sih ngajakin TST. Buat
kalian yang ikut bimbel di Ganesha Operation pasti tahu tentang TST, ya semacam
tambahan gitu.
Singkat cerita kita akhirnya ke
GO dulu karena waktu TST-nya pukul 16.00 WIB tapi kita datang sebelum waktu
itu, jadi gurunya masih di kelas. Hari itu TST kimia. Biasanya kelas sore
sangat beruntung karena di depan GO AR Saleh ini banyak penjual jajanan. Waktu
itu aku membeli martabak bulat Rp 5000,00. Jajananya simpel, mie rebus dicampur
telur kemudian digoreng di wajan yang berbentuk bulat-bulat kecil. Kalau Ella
sendiri beli makelor Rp 2000,00. Makelor ini makanan dari Bandung. Kita TST
hingga pukul 17.50 WIB waktu itu.
Setelah shalat magrib, kitapun
berangkat ke Sopa. Di tengah perjalanan, kita berhenti di ATM BRI. Sialnya aku
salah pencet narik uang. Yang aku inginkan hanya Rp 50.000,00 tapi yang keluar dua lembar Rp 50.000,00.
Ella hanya berkata ya diirit-irit.
Sesampainya di Sopa, aku pun
mengikuti beberpa motor di depanku untuk parkir. Awalnya sempat bingung, namun
menurutku ini sangat unik karena kita setengah berkeliling Sopa untuk parkir.
Untuk masuk ke dalam mall, kita melewati toko yang menjual sofa dan peralatan rumah
tangga. Sangat mahal dan mewah, barang-barang yang aku lihat sangat diimpikan
oleh orang-orang. Begitupun aku juga ingin memilikinya.
Kita pun menuju lantai 2.
Berkeliling ke toko yang menjual make up.
Mungkin di masa depan nanti aku akan membeli make up sepuasnya disini. Memang super high class. Melanjutkan berkeliling hingga ke beberapa toko sepatu.
Sebenarnya aku suka dengan sepatu hitam dengan alas 5 cm bewarna hitam. Awalnya
harga yang fantastis RP 300.000,00 menjadi harga yang menggiurkan Rp 78.000,00.
Kita kau berada disana, memang harus memutar otak berulangkali saat kau hanya
membawa uang Rp 100.000,00. Walaupun akhirnya aku tidak membelinya, aku cukup
senang karena dapat mencoba sepatu itu. Kita pun melanjutkan keliling lagi
untuk membeli baju. Disana Ella yang mau cari baju dan sempat bingung, blus
hitam buat kondangan. Well, akhirnya
Ella ga jadi beli baju guys.
Oke, mungkin ini bagian yang
seru. Makan. Kita menuju food court
dengan tujuan ke KFC. Suasananya seperti di kota kecil dan ujung jalannya KFC.
Mungkin kami terlalu lama jadi di semua tempat duduk KFC penuh dan antrian
sangat panjang. Kamipun bergegas mencari yang lain, namun terlihat mahal.
Hingga kami kembali ke KFC dan berpikir bahwa dengan perut sangat lapar ini
tidak mungkin mengantri dengan barisan yang sangat panjang itu. Aku pribadi
memutuskan untuk mencari menu makanan di toko lain yang harganya sepadan dengan
nasi box KFC. Katsu Tei. Tempat terakhir yang kami putuskan untuk makan. Aku
pun memesan chicken karage bento RP
25.000,00 dan caramel cappucino Rp
12.000,00 sedangkan Ella memesan tori
katsu bento Rp 25.000,00 dan mocha
caramel cincau Rp 12.000,00. Saat menunggu makanan, tak lama datang free mineral. Kita hanya tertawa
menerima kenyataan. Kami tidak tahu bahwa akan disajikan free mineral disana.
Chicken karage bento adalah ayam
tepung yang digoreng hingga menghasilkan rasa gosong. Pelengkapnya ada saus
cabai dan 2 gulung sushi kecil yang olesi mayo dan salada di dekatnya. Caramel
cappucino aku rasa seperti cappucino biasa tapi berasa manis karena terdapat
tambahan karamel. Tori katsu bento adalah ayam yang dibalut dengan bubuk kasar
roti tawar (seperti nugget)
pelengkapnya sama saus cabai dan 2 gulung sushi kecil yang olesi mayo dan
salada di dekatnya. Mocha caramel cincau aku rasa sedikit pahit dan banyak
cincau.
Setelah itu kami berkeliling
lagi untuk mencoba mencari blus hitam yang Ella cari walaupun akhirnya kita tak
menemukannya. Kami pun pulang, awalnya
sempat salah masuk parkiran. Karena tidak menemukan jalan keluar kami nyasar di
parkiran mobil sehingga kami harus menuruni tangga untuk menuju parkiran sepeda
motor. Pulang menuju kos kami sengaja melewati Jalan Slamet Riyadi untuk
menikmati lampu malam minggu.
Hampir lupa aku ceritakan,
setiap aku ke mall bersama teman pasti mampir ke toko buku. Di Sopa kami mampir
ke toko buku, Togamas. Hampir 30 menit kami disana hingga akhirnya aku membeli
sebuah buku motivasi yang menjangkau uang saku ku. Buku berharga Rp 50.000,00
yang didiskon 20% menjadi Rp 40.000,00 karya Felix Y. Siauw ini berjudul How to
master your Habits. Jika Allah mengijinkan, aku akan membeli buku lagi tentang
fatimah azahra atau siti kadijah. Hingga aku dapat mempunyai perpustakaan pribadi.
![]() |
| habis shalat magrib selfie dulu di GO |
![]() |
| nunggu pesanan datang di Tei Katsu |
![]() |
| tebak aku yang mana? |
![]() |
| well, restaurant sushi itu mehong bingits |
![]() |
| have fun aja dengan suasana di jepang (alay) |





Komentar
Posting Komentar